infokami.com [ wihans web indonesia ] : Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melaju ke USD106 per barel. Kekhawatiran akan krisis utang di Eropa juga ancaman konflik atas program nuklir Iran memicu kekhawatiran pada pasokan minyak mentah global.
Minyak mentah WTI untuk pengiriman April turun 31 sen menjadi USD105,94 per barel, namun dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) Kontrak WTI naik USD2,65 menjadi USD106,25 per barel, tertinggi sejak Mei. Sementara di London, minyak mentah Brent juga merangkak naik 15 sen menjadi USD121,81 per barel di bursa ICE Futures.
Minyak mentah telah melonjak jauh dari USD96 per barel pada awal bulan di tengah meningkatnya ketegangan antara negara barat dan Iran. Iran mengatakan, pihaknya akan menghentikan penjualan minyak ke Inggris dan Prancis sebagai pembalasan atas embargo minyak yang direncanakan Eropa musim panas ini.
Langkah ini, menimbulkan kekhawatiran jika Iran, negara yang memproduksi minyak mentah hampir empat juta barel per hari itu, akan mengambil langkah keras dengan melakukan embargo pada negara-negara Eropa lain yang masih menggunakan minyak mentah produksi Iran.
“Penghentian minyak mentah empat juta barel per hari akan membuat minyak mentah melambung hingga setidaknya USD130 per barel,” kata pengamat perminyakan, Carl Larry, demikian dilansir dari AP, Kamis (23/2/2012).
Di sisi lain, beberapa analis memperkirakan, ekonomi Amerika Serikat (AS) membaik dan membuat pasokan minyak mentah meningkat. Goldman Sachs memperkirakan minyak mentah dapat naik ke USD123,50 per barel selama 12 bulan ke depan.
Data untuk yang dirilis 17 Februari memprediksi adanya penambahan stok minyak mencapai 1,7 juta barel dan 450.000 barel pada stok bensin.
[sumber]







